Halaman

Sabtu, 30 November 2013

From Zero To Hero

Kesuksesan. Mungkin itu kata yang selalu terngiang-ngiang di benak para pengacara, pengangguran banyak acara, dan gue salah satunya. Kesuksesan dapat dilambangkan dengan hasil yang dicapai, materi yang diperoleh, atau.. jabatan yang diraih. Semua itu bisa menandakan kesuksesan anda. Siapa sih yang gak mau sukses ? Ga ada deh kayanya ya. Coba angkat tangan, siapa yang mau sukses ? *ngitung jumlah tangan yang naik*

source : Google


Gue bukannya sombong, atau mau menyombongkan diri, gue sendiri juga belum sukses kok. Gue cuma seorang pelajar biasa, yang menjelma sebagai blogger pemula yang masih di bawah rata-rata. Gue bukan Gita Wirjawan, yang sudah sukses, dan dapat meraih banyak suara dengan kesuksesannya itu. Gue juga bukan Aburizal Bakrie, yang bisa membeli banyak klub sepakbola, dan menjadikannya ladang promosi partai. Dan gue juga bukan Erick Tohir, yang bisa membeli klub sebesar Intermilan, lalu memasukkan pemain muda Indonesia, sebagai tempat mendidik. Bukan, gue bukan semua itu. Ya gue adalah gue, Kevin Fatli. 

Seandainya hidup bisa ditukar, gue juga ga mau jadi mereka semua. Gue gak mau menerima kesuksesan yang instan. Gue juga kelak ga mau ngewarisin usaha bapak yang semakin besar. Gue mau sukses, yang diraih dengan tangan sendiri, dari 0. Iya, from zero, to hero. 

Kesuksesan bagi gue, lebih asik kalau bisa kita raih dengan tangan sendiri. Dari seorang yang kecil, menjadi seorang yang besar dan disanjung-sanjung oleh semua orang. Dari seorang pengemis yang meminta kepada para pengusaha, menjadi seorang pengusaha yang memberi kepada para pengemis. Semua itu bisa dilakukan. Bagaimana caranya ? Caranya adalah dengan berusaha. Tak ada cara lain selain itu. 

Pantang Menyerah
Pantang menyerah menjadi kunci paling penting dari seorang yang mau sukses. Kita gak boleh menyerah kepada keadaan. Kalau gagal, ya ulang lagi. Gagal, ulang lagi, sampai bisa. Seperti lagunya Jason Mraz gitu deh, i won't give up.

Belajar dari kesalahan
Learn from the mistake. Belajarlah dari kesalahan. Pepatah juga mengatakan kalau kesalahan, adalah guru yang paling baik. Semakin banyak kita mencoba, semakin besar juga peluang kita akan berhasil. Tiap orang yang sukses, pasti mempunyai kesalahan, dan kegagalan. Dan orang sukses hanyalah orang yang dapat menambal kesalahannya dahulu, dan kembali mencoba.

Jangan pernah jatuh ke lubang yang sama
Kedelai saja tak mau jatuh ke lubang yang sama. Kenapa kita manusia malah sering jatuh ke lubang yang sama ? Jangan ulangi kesalahan yang telah pernah kita perbuat, karna itu akan semakin memperlama dan mempersempit jalan kita untuk menjadi sukses. 

Belajar dari orang lain
Kita tetap tidak boleh egois. Kita hanya manusia biasa yang terbatas. Tuhan menciptakan sesama kita, untuk apa ? Hanya satu alasannya, yaitu untuk melengkapi kita yang serba kurang ini. Kita harus aktif belajar dan dekat dengan orang yang kita anggap bisa, dan mau mengajari kita hal yang sedang kita tekuni. Seorang Albert Einstein saja, dapat sukses karna belajar dari orang lain.

Perbanyak membaca dan perbanyak bekerja
Membaca adalah salah satu media belajar yang efektif. Ingat, membaca tidak berarti harus menghafal. Semakin banyak buku yang kita baca, semakin banyak pula hal yang kita terima. Setelah itu, kita harus mempraktekkannya. Jangan jadikan ilmu itu sebagai ilmu yang kosong, yang hanya kita dapat secara teori, tapi tidak kita dapat dalam aplikasi. 

Gue rasa itu dulu artikel di malam minggu ini. Bagi yang akan menempuh UAS, gue ucapkan Selamat Mengerjakan Soal, dan berhati-hatilah dalam mengerjakan.

Tak ada satupun orang yang tau, kapan ia akan menjadi sukses. Teruslah berusaha, dan yakinlah bahwa kesuksesan akan semakin dekat dengan anda.

2 komentar:

  1. hmm menurut saya sendiri, kesuksesan itu bukanlah hasil, melainkan proses menuju tujuannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sama seperti diatas mbak, saya ga mau yang instan, kan artinya saya mau yang ada proses.. heheh :D

      Hapus
www.kevinfatli.com

Terima kasih sudah membaca di blog ini. Semoga betah ya, heheh.
Jangan lupa komennya, berikan kritik dan saran, agar kami dapat semakin maju. Salam !
- Kevin Fatli (@kevinfatli_)