Akhir-akhir ini, media Indonesia sedang marak dengan keberhasilan Timnas Indonesia mempertahankan predikat juara tanpa mahkota-nya. Memang, ada beberapa media juga yang men-judge kata mempertahankan itu, tapi menurut gue, itu fine-fine aja. Selama gak menyesatkan, gak apa apa toh. Lagian sama aja mempertahankan medali perak dengan gagal mendapatkan medali emas. Toh, di edisi sebelumnya, Timnas kita juga cuma berhasil dapat perak kan ? Realistis aja deh, ga usah kebanyakan mimpi.
Dua hari setelah itu, kita tentunya masih panas dengan tweet-war antara pemain timnas Indonesia, yang bek itu, melawan fans Timnas Indonesia. Yup, dengan bahasa yang bisa dibilang, bukan kelas seorang pemain timnas, ia mencaci maki fans Timnas yang kecewa dengan permainan Timnas. Di satu sisi, gue juga kecewa kok dengan permainan Timnas yang sekarang. No Passion. Ga ada semangat juangnya, beda banget dengan Timnas yang berlaga di Riau kemarin. Oke, it's my opinion. Ga ada yang bisa ngelarang gue beropini kan ? Disisi lain, ya setidaknya pemain Timnas kita udah berjuang di lapangan aja, kita udah angkat jempol. Mereka bisa menendang bola tanpa canggung aja udah, ya bisa dibilang hebat lah. Dari yang awalnya gak diunggulkan karena kalah beruntun, bisa juga akhirnya ke Final, walaupun cuma perak.
Eniwei, gue ga bakal bahas materi itu kok malam ini. Ya, aneh aja. Ga lucu kalau gue nge-judge mereka berlebihan, sedangkan gue sendiri belum punya kontribusi bagi negara. Kurang lebih kaya quote-nya Opa John F. Kennedy :
" ask not what your country can do for you - ask what you can do for your country. "