Halaman

Kamis, 13 Februari 2014

Pacaran.

*ngebersihin jaring laba-laba*


Source : Google

Wuhuu! Udah lama juga gue ga mampir ke sini. Sebenarnya ada satu alasan valid kenapa gue ga mampir kesini. Males. Tapi karna gue dikejar-kejar sama yang namanya nafsu ngeblog, akhirnya gue telurkan juga tulisan pertama gue di tahun 2014 ini. Watch out ! 
Oke, ga lama lagi ya. H-1 kalau bahasa kerennya, kita akan merayakan Hari Valentine, atau Hari Kasih Sayang. Ya, secara universal, Hari Valentine adalah hari dimana orang-orang memberikan tanda cinta kasih-nya kepada orang yang mereka cintai dan sayangi. Bisa ke orangtua, guru, sahabat, dan lebih khususnya pacar. Pacar. Yang ga kuat iman jomblo-nya, silahkan keluar. Pintu keluar ada di sebelah sana. 


Source : myoyeah.com

Ya, emang ga ada habisnya kalau lo ngebicarain soal pacar. Bicara soal pacar, pasti bakal bicara juga soal pendamping hidup. Terlebih-lebih lagi, kalau pacarannya udah mengarah ke hal yang serius. Serius untuk ngebuat para jomblo mengais-ngais tanah. 

Dari survei yang gue lakukan di enam kota, tujuh provinsi, delapan negara, dan sembilan benua, bisa gue simpulkan kalau ada 5 jenis pacaran.
  • Pacaran Buka-bukaan.
Tipe pacaran ini, menurut gue adalah tipe pacaran yang paling enak. Orang tuanya setuju, dan lingkungannya juga ngedukung. Asik banget deh. Kalau udah gini, dunia serasa milik berdua. Yang lain ngekos. Bahkan kejam-nya ibu kos, udah ga ada apa-apanya dibanding cinta mereka berdua.. #azeeek..
  • Pacaran di TL
Kalau udah pacaran terbuka, biasanya akan dilanjut di TL. Tipe ini termasuk tipe yang paling gue benci. Oke, lo bisa bayangin sendiri, menurut data yang ada pengguna twitter di dunia ada sekitar 340 juta akun manusia. Dan masih banyak lagi yang robot-robotan. Asumsikan 100 juta dari mereka adalah pasangan yang pacaran di TL. 240 juta lagi lo anggap apaa ? Spam ? Hih! *ngamuk* Kalau udah pacaran di TL itu, Twitter serasa milik berdua, yang lain spammer. Tapi ada satu hal terpenting yang gue ga suka dari pacaran di TL. Yaitu tweet-tweet sok romantis yang bertebaran di pagi hari. " Morning princess :* {} ". Gue ga kebayang gimana jadinya kalau si cewek nanti ngebalas, " Morning ultraman. ", atau " Morning Nobitaa.. ". Kan ga enak gitu.

  • Pacaran Tertutup
Nah, ini mulai tertutup pacarannya. Ceritanya mereka itu pacaran, banyak juga kok yang tau, tapi mereka ga mau kelihatan pacaran. Aneh kan ? Waktu awal pacaran, koar-koar kalau udah jadian, di tengah jalan, pada main diem-dieman. Ya, tapi inilah cinta. Batu pun terasa jadi gula-gula. #tsahhhh

  • LDR
Bukan, ini bukan semacam MLM atau apalah itu. LDR atau singkatan dari Long Distance Relationship, yang artinya hubungan jarak jauh. Ceritanya si Budi nih, tinggal di kota A, sedangkan pacarnya si Budiwati tinggal di kota B. Jadi si Budi harus menjalani LDR sama si Budiwati. LDR paling enak itu, LDR di Italia. Kenapa ? Apalagi kalau lo tinggal di ibukotanya. Lo LDR terpisah negara, tapi masih bisa pacaran enak. Pacar lo tinggal di Vatikan, lo tinggal di Roma. Asik bener tuh.

  • Backstreet
Nah, yang terakhir ini adalah hubungan yang lagi anget-anget dibicarain. Sebenarnya, hubungan backstreet masih dipertimbangkan oleh para ilmuwan untuk dimasukkan ke kategori pacaran, karna mereka tidak memiliki lintasan orbit sendiri. #eh. Oke serius, backstreet atau jalan belakang, biasanya ditempuh oleh mereka-mereka yang ga mau pacarannya diketahui oleh orang lain. Bedanya dengan Pacaran Tertutup, Backstreet sudah berkomitmen dari awal untuk tetap diam apapun yang terjadi. Kecuali saat pasangannya akan ditabrak, atau kakinya keinjek.. ga selamanya diam itu baik..

Oke, mungkin itu dulu teori dari gue. Sebelumnya, gue mau ngucapin Happy Valentine Day buat yang ngerayain. Yang pacaran, langgeng ya. Para jomblo, marilah kita doakan mereka yang pacaran. MARI KITA DOAKAN MEREKA.. HAHAHA. *ketawasetan*.

Pacaran ga selamanya enak, ada saatnya lo bakal ngerasain enaknya jadi jomblo. - Kevin Fatli.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah membaca postingan ini. Budayakan komen ! - Kevin Fatli

Terima kasih sudah membaca di blog ini. Semoga betah ya, heheh.
Jangan lupa komennya, berikan kritik dan saran, agar kami dapat semakin maju. Salam !
- Kevin Fatli (@kevinfatli_)